Terhampar tanah luas hijau sejuk, telah ada dengan Puji
Beda dengan kini, padang ramah itu
Tempat yang sama itupun di ujung jari
Hanya yang di rasa basah peluh, debu...
Balutan Cemara, acasia, dan pinus
Sejauh mata kini berdiri hanya kaki-kaki beton.
Kaki-kaki kecil bertuahpun menyingkir habis perlahan
Tak guna perlawanan “pencintamu”, dus
Kakimu tak lagi disandarkan
Walau ilalang, rumput seakan bertahan
Malu dirasa sudah menghilang
Tersisa tubuh senggenggam tangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar